Minggu, 26 Februari 2012

SEBAB TERJADI GOLONGAN / KELOMPOK


A’udzubillahiminasyaithonirrojim
Bismillahirrohmanirrohim.
Assalamualaikum…
Kenapa sampai terjadi kelompok atau bergolong-golongan seperti itu…? Jawabannya Cuma satu : Karena adanya unsur kedengkian. Kedengkian itu muncul bermula karena masing-masing orang membawa atau berkeyakinan bahwa dalil yang dianut itu dari Rosul atau dari Nabi.

QS. 3 (19) Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.  

Sebenarnya mudah saja kalo terjadi perselisihan seperti itu, kembalikanlah semuanya kepada Alloh ( Al Qur’an ). Sekarang pertanyaannya : Mau tidak orang kembali ke Al qur’an…??? Ini yang sulit, ini yang susah. Masing-masing orang masih ngotot dengan dalilnya  sendiri-sendiri.

QS. 42 (10) Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nya lah aku bertawakkal dan kepada-Nya-lah aku kembali.

QS.16(64) Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

Padahal itu belum tentu demikian, karena apa yang dari Nabi atau apa yang dikatakan Nabi itu hanyalah apa yang diwahyukan saja. Padahal yang diwahyukan itu adalah Al Qur’an. Singkatnya bahwa yang disampaikan Nabi kepada kaumnya itu hanyalah Al Qur’an, bukan yang lain-lain. Kalaupun ada keterangan-keterangan yang menjelaskan, pastilah itu tidak mungkin keluar / bergeser dari Al Qur’an. Tetapi pada kenyataan di Masyarakat, orang sudah percaya 100% kalo itu sudah tertulis “ Hadits Shoheh, Riwayat ini, dari Kitab ini, Karangan si ini “. Perlu diketahui pada waktu Nabi masih hidup saja banyak kaumnya yang Fasik, ketika dihadapan Nabi bilang beriman, tetapi dibelakang Nabi, berkhianat.

QS. 4 (81) Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.

QS. 5 (41) Hari Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: "Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: "Jika diberikan ini (yang sudah di rubah-rubah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah". Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

QS. 2 (59) Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik.

Seharusnya kalo ada yang menyodorkan Hadits, se-yogyanya atau alangkah baiknya kita periksa dulu dalam Al qur’an, ada apa tidak ayat berhubungan dengan Hadits tersebut. Kalo emang tidak ada alias mengada-ada atau bahkan bertentangan dengan Al qur’an, itu bias  dipastikan “ Bukan Hadits ” karena Al Qur’an itu sebagai Barometernya atau sebagai Tolok ukurnya.

Dari sini sebenarnya sudah jelas, bahwa yang namanya Bid’ah atau Mengada-ada itu, apa-apa yang tidak dikerjakan oleh Nabi/Rosul, kita tidak usah mengerjakannya. Padahal sudah jelas sekali ( Bagi orang-orang yang telah mempelajari Al Qur’an dan terbuka Kesadaran Qolbunya ) yang dikerjakan oleh Rosul/Nabi itu pastilah apa yang terkandung/termaktub dalam Al Qur’an. Jadi kalo mengerjakan apa-apa yang tidak terkandung/termaktub dalam Al Qur’an itulah yang disebut BID’AH. Nabi/Rosul itu hanyalah menjalankan dan menyampaikan Hukum Alloh kepada umatnya. Dan Nabi/Rosul itu tidak mungkin berani membuat hukum selain hukum yang terkandung didalam Al qur’an. Kalo sampai Nabi/Rosul berani membuat hukum baru , apakah itu tidak men-serikatkan Hukum Alloh….????

QS. 46 (9) Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".

QS. 5 (99) Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.

QS. 6 (57) Katakanlah: "Sesungguhnya aku berada di atas hujjah yang nyata (Al Quran) dari Tuhanku, sedang kamu mendustakannya. Tidak ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik".

Hanya dengan Tadabur Al Qur’an kita akan mengerti mana yang dari Nabi dan mana yang bukan dari Nabi. Al qur’an itu adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, kalo mau dikatakan bertakwa dihadapan Alloh, maka harus mau mempelajari Al Qur’an.

QS. 3 (138) (Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

Karena setelah kita mempelajarinya kita akan mendapatkan petunjuk. Bagaimana mungkin mendapatkan petunjuk, kalo cuman dibaca doang ( tanpa mengerti maknanya) , tanpa dipelajari, tanpa dikaji ataupun tanpa di Tadabur…..????

QS. 4 (82) Maka apakah mereka tidak memperhatikan ( Tadabur ) Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

QS. 38 (29) Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.

Demi sempurnanya tulisan ini, jika saudaraku ada yang mau menambahkan Ayat Ar Rahman atau Hadits yang Shoheh, dipersilahkan.

Wassalamualaikum…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar