Selasa, 14 Februari 2012

TAHAPAN BERPIKIR SECARA CERDAS


TAHAPAN BERPIKIR SECARA CERDAS
A’udzubillahiminasyaithonirrojim
Bismillahirrohmanirrohim.
Assalamualaikum…
Biasanya dalam kehidupan sehari-hari kita mendapat berita / khabar kadang ada yang tidak sesuai dengan pemikiran kita selama ini ( bertentangan/berlawanan ). Terkadang sebagian orang menganggap itu hanya angin lalu saja, tetapi sebagian orang juga menganggap itu pelajaran bagi dirinya, karena menjadikan hikmah / pelajaran apapun yang ada disekitar kita.
Lewat forum ini Ijinkanlah saya yang sedikit ilmu ini ingin berbagi kepada saudara-saudaraku yang saya kasihi tentang Tip/cara agar Kita dalam menentukan sikap tidak salah.
Dalam berpikir harus ada tahapan / proses  sbb :
1)      Menerima informasi dari panca indera kita : melihat dan mendengar.

2)      Membandingkan informasi yang kita terima dengan Data Base yang ada dipikiran kita selama ini.
Nah…. Disini terjadi diskusi dalam pikiran kita… ( Lohhh…  informasi ini kok nggak sama ya dengan pelajaran yang kita terima waktu dulu…?   ) Akhirnya terjadi gejolak dalam diri kita sendiri.
Contoh : Tentang Golongan Darah, dulu golongan darah “O” itu bisa ke mana-mana, tapi sekarang sama dokter ng bisa, harus ke “O” juga dan itupun Resume nya harus sama. Pertanyaannya : Lho, kok bisa…? Padahal dari dulu golongan darah “O” itu ya tetep “O” kan ng berubah-ubah, yach…. Itu karena perkembangan penelitian. Bener juga Motto ini : Penemuan yang terakhir kali adalah yang paling canggih.
( Itu contoh dari bidang kedokteran, apalagi contoh dari Ilmu-ilmu yang terkandung dalam Al Qur’an, hhhmmm… banyak sekali Penemuan-2 Canggih, jadi bukan hanya seputar Ibadah saja)

3)      Menganalisis ( membandingkan untuk mengambil sikap berikutnya).
Jika dalam diri sendiri tidak mampu untuk mencari jalan keluarnya atau tidak mampu menganalisakan tentang ilmu yang baru itu, seharusnya tanyakan kepada orang yang faham tentang hal itu. Biasanya dalam sesi ini orang tidak suka berpikir, males untuk mencari perbandingan, apalagi bertanya. Akhirnya yang terjadi, dia langsung memutuskan sesuai dengan pikirannya selama ini yang belum tentu itu benar. Karena banyak diantara kita secara tidak sengaja melakukan kesalahan.

4)      Memutuskan
Jika tahapan yang ketiga telah ditempuh, maka seseorang akan bisa memutuskan dengan baik. Jika Logis, Obyektif dan Rasional maka Lanjut. Akan tetapi jika kebalikannya dalam artian hanya mengada-ada / mencari-cari  maka bisa ditinggalkan dan berpedoman kepada ilmu yang baru itu. Akan tetapi jika sudah tau, kok…. Masih berpedoman kepada yang salah karena dari dulunya, atau dari kecil atau bahkan kebanyakan orang memakai yang itu, hhhhhmmmmm…. Terserahlah…… Karena tugas kita hanyalah menyampaikan, Mau dipakai monggo…. Tidak ya monggooo…..
Jika tetap saja masih ada perbedaan/perselisihan,  jawabannya cuman satu : Kembalikanlah kepada Hukum Alloh (AL QUR’AN).

Sebagai bahan rujukan :
QS. 16 : 64 Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
QS. 42 : 10 Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nya lah aku bertawakkal dan kepada-Nya-lah aku kembali.
QS. 42 : 48 Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat).

Mudah-mudahan yang sedikit ini, bisa menjadikan kita manusia yang bijaksana dalam menentukan sikap.
Wassalamualaikum…



ASA Semesta  : Bersikap lemah lembutlah dalam berdakwah. Maka disebabkan rahmat dari Alloh lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu, karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, & bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh menyukai orang-2 yang bertawakal kepada Nya. (QS. 3 : 159 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar