Jumat, 02 Maret 2012

IKTIBA' ROSUL - 1

IKTIBA’ ROSUL - 1 
A’udzubillahiminasyaithonirrojim
Bismillahirrohmanirrohim.
Assalamualaikum…

QS. 4 (60) Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.

Note : Ngakunya beriman, tetapi berhukum kepada yang selain ALLOH, yaitu berhukum kepada THOGUT. Dia tidak sadar bahwa banyak sekali hukum-hukum yang diselundupkan oleh-2 orang yang berhukum kepada Thogut. Dia bilang bahwa ini dari rosul, ini dari nabi, padahal bukan. Nabi saja ketika masih hidup, banyak sekali kaumnya yang Fasik, yang Berkhianat, didepan nabi bilang ya..ya..yaa… Tetapi dibelakang Nabi dia Ingkar, membantah.

QS. 37 (25) "Kenapa kamu tidak tolong menolong?"
QS. 37 (26) Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.
QS. 37 (27) Sebahagian dan mereka menghadap kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan.
QS. 37 (28) Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka): "Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dan kanan.
QS. 37 (29) Pemimpin-pemimpin mereka menjawab: "Sebenarnya kamulah yang tidak beriman".
QS. 37 (30) Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas.
QS. 37 (31) Maka pastilah putusan (azab) Tuhan kita menimpa atas kita; sesungguhnya kita akan merasakan (azab itu).
QS. 37 (32) Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat.
QS. 37 (33) Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab.

Note : Itulah dialog antara orang2 yang disesatkan dengan orang yang menyesatkan ketika didunia, walaupun yang menyesatkan itu dengan tidak sadar / dia tidak mengetahui bahwa apa yang disampaikan itu ternyata bertolak belakang dengan ajaran Nabi ( AL QUR’AN ). Tapi kalo sudah di akherat…. Sudah tidak ada gunanya lagi. Mumpung masih di dunia, marilah kita instropeksi diri kita masing-2.

QS. 6 (106) Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
QS. 5 (49) dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.
QS. 22 (46) maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

NOTE : Kalo kesadaran qolbu seseorang tidak buta, maka orang tersebut akan dapat memahami tentang Ayat-2 Ar Rohman. Kalo seseorang telinganya tidak tuli, maka seseorang itu tidak akan membantah Ayat-ayat Ar Rohman. Sesungguhnya bukan mata yang dikepala yang buta, akan tetapi Qolbu yang didalam dada itu yang buta.

QS. 7 (176) Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.
QS. 7 (177) Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.
QS. 25 (44) atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).
QS. 7 (179) Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

NOTE : Naudzubillahi min dzalik… Alloh menggambarkan seperti itu bagi orang-2 yang mendustakan ayat-2 Nya. Yang mendengar dan memahami Al Qur'an itu amatlah sedikit.

QS. 29 (49) Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.
QS. 7 (146) Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.

Apakah kurang jelas…? Apakah kurang tegas….? Apakah kurang bisa dipahami…..??? Kalo apa yang di sampaikan oleh Rosululloh itu hanyalah apa yang diwahyukan saja yaitu AL QUR’AN….!!! Jadi bukan yang lain-lain. Banyak ayat-ayat Ar Rohman yang berulang-ulang kali menyampaikan akan hal itu, maksudnya bukan lain hanyalah Nabi selalu diingatkan oleh Alloh, agar apa yang selalu disampaikan kepada kaumnya tidak boleh bergeser dari AL QUR’AN.
Ayat-2 Ar Rohman yang saya analisakan diatas itu kan sudah jelas sekali. Sebenarnya masih banyak sekali ayat-2 Ar Rohman yang menegaskan akan hal itu. Katanya kita harus IKTIBA’ NABI….??? Trus mau iktiba’ itu iktiba’ yang mananya……????

Wassalamualaikum…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar